Polemik Roy Suryo yang Paling Menghebohkan – Mantan Menteri Pemuda serta Olahraga Indonesia serta pakar telematika Roy Suryo di putuskan sebagai tersangka atas perkara kasus Ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Desus ijazah palsu ini sebetulnya pertama kali di keluarkan oleh Umar Kholid Harahap, yang menganggap ijazah SMA Jokowi di SMA Negeri 6 Solo palsu. Karena di ijazah itu Jokowi tertulis lulus SMA di tahun 1980, sementara SMA Negeri 6 Solo sendiri baru di bangun tahun 1986. Dari sini lah rumor tentang latar belakang pendidikan Presiden ke-7 RI ini mulai panjang.
Daftar Polemik Roy Suryo
1. Salah Naik Pesawat
Di tahun 2011, Roy Suryo pernah menjadi pusat perhatian karna berkelahi dengan penumpang pesawat. Persoalan ini berawal ketika Roy serta istri naik lebih awal dari jadwal. Semestinya mereka terbang di jam 07.45 WIB, tapi mereka datang untuk penerbangan di jam 06.15 WIB. Akhirnya, Roy serta istri duduk di kursi nomor 1A serta 1B. Tidak lama, pemilik nomor kursi yang asli datang yakni Ernest Prakarsa memintanya untuk pindah karena ia menjadi pemilik sah atas kursi itu. Bukannya menanggapi dengan baik, Roy malah berkelahi dengan Ernest. Akhirnya, Roy di minta turun dari pesawat.
Baca juga : Urutan Kejadian Penipuan WO Ayu Puspita
2. Salah Lirik “Indonesia Raya”
Ketika menjabat sebagai Menpora, Roy Suryo hadir ketika pertandingan sepak bola di Stadion Maguwo, Sleman, di tahun 2013, ia tertangkap menyanyikan “Indonesia Raya” dengan lirik yang salah. Saat itu ia mengajak suporter untuk nyanyi lagu Indonesia Raya untuk membuat suasana di stadion lebih kondusif. Tapi, ketika menyanyikan lagu itu, ia salah menyanyikan lirik lagunya. Ia menyebut “di sanalah tanah airku” yang seharusnya adalah “di sanalah aku berdiri”. Kesalahan ini membuat kredibilitasnya sebagai penjabat di pertanyakan.
3. Baliho Terbalik
Roy Suryo pernah mencalonkan diri sebagai anggota RI dari partai Demokrat Dapil DIY di pemilu 2019. Sebagai caleg, Roy serta tim sukses membuat strategi kampanye unik yaitu baliho yang memasang foto dirinya secara terbalik. Bukannya memperoleh perhatian positif, strategi ini malah menjadi bahan ejekan publik.
4. Gelar Dewa Panci
Ketika turun dari kursi Menpora, Roy Suryo memperoleh nama “Dewa Panci” dari publik. Karena ia pernah di kabarkan membawa banyak panci serta peralatan rumah tangga dari rumah dinas Menpora. Topik ini lalu panjang sampai Roy Suryo memperoleh surat resmi dari Kementerian Pemuda serta Olahraga untuk mengembalikan 3.226 unit perabotan milik negara. Merasa di permalukan, Roy akhirnya melaporkan pembuat julukan itu, Eko Kuntadhi serta Mazdho Pray ke Polda Metro Jaya. Laporan kasus ini akhirnya di nyatakan selesai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tahun 2019.