Cerita Melanie Perkins Sang Pendiri Canva

Cerita Melanie Perkins Sang Pendiri Canva

Cerita Melanie Perkins Sang Pendiri Canva – Dulu desain grafis hanya di buat oleh mereka yang punya keterampilan mendesain serta mengoperasikan software khusus desain yang sangat kompleks. Kini, semua orang bisa membuat desain grafis dengan mudah karena adanya Canva. Canva merupakan platform desain grafis online yang di tingkatkan oleh wanita asal Australia, Melanie Perkins, dengan kekasihnya, Cliff Obrecht.

Perjalanan Melanie Perkins Membangun Canva

Lahir di Perth, Australia tahun 198, Melanie Perkins hanya wanita biasa yang hobi bermain olahraga dari kecil. Tapi, hobi itu membuatnya tumbuh menjadi wanita yang penuh ambisi. Di umur 14 tahun, Melanie Perkins sudah mendirikan usahat pertamanya, yakni menjual produk buatan tangan. Kemudian selama kuliah di University of Western Australia, Melanie juga bekerja sebagai tutor kelas grafik desain, untuk bayar keperluan kuliah.

Selama mengajar kelas grafik desain ia sadar kalau muridnya bisa menghabiskan waktu satu semester untuk bisa mengoperasikan software desain dengan baik. Sadar hal itu, Melanie mulai berfikir untuk membuat program atau platform yang lebih mudah di pakai untuk semua golongan. Tapi, karena ada keterbatasan ilmu pemrogaraman serta modal, akhirnya mereka memulai usaha dengan bangun platform desain untuk membuat buku tahunan sekolah.

Baca juga : Mengusut 5 Bisnis Ustaz Yusuf Mansur

Platform desain online pertama yang di bangun tahun 2007 ini di tingkatkan oleh Greg Mitchell, pembangun perusahaan pengembang perangkat lunak InDepth, yang di pekerjakan oleh mereka dengan biaya AUD500.000. Di sini, mereka memberikan layanan desain buku tahunan sekolah yang bisa di pakai secara bersama antar pemilik secara online. Karena konsep yang sederhana serta mudah di pakai, Fusion Books menjadi platform yang terkenal di golongan anak-anak sekolah di Australia.

Tahun 2010 menjadi tahun penentu Melanie Perkins untuk membangun bisnis yang di impikannya. Di tahun itu, ia tidak sengaja bertemu dengan investor Silicon Valley, Bill Tai, di acara konferensi Perth, Australia. Bill Tai yang takjub dengannya, mengundang ke San Francisco untuk membawa ide bisnis ini. Tapi ketika Melanie presentasi, Tai malah sibuk dengan handphonenya. Bill Tai di kenal sebagai penyuka olahraga selancar layang.

Oleh sebab itu, Melanie Perkins memutuskan untuk mencoba serta belajar bermain selancar layang untuk memikat hati Bill Tai serta membuka pintu untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Cara yang di pakai berhasil, ia di pertemukan dengan investor serta pakar di bidang teknologi yang tertarik dengan bisnisnya. Akhirnya di tahun 2012, bisnis ini di tingkatkan oleh Melanie berjalan dengan serius. Seusai konsep sudah matang, Melanie meresmikan Canva untuk pertama kalinya di tahun 2013.