Berita Viral Tentang Tumbler Hilang di KRL

Berita Viral Tentang Tumbler Hilang di KRL

Berita Viral Tentang Tumbler Hilang di KRL – Media sosial sedang ramai membicarakan perkara kehilangan botol minum atau tumbler Tuku yang tertinggal di kereta rel listrik atau KRL. PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter akhirnya buka suara tentang perkara viral yang kehilangan tumbler Tuku yang tertinggal. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengaku masih menjelajah tentang kejadian yang sebenarnya. Dia juga membantah sudah melaksanakan pemecatan terharap karyawan.

Dia menjelaskan, semua petugas di lapangan selalu di bimbing untuk melakukan standar operasional dengan baik supaya pelayanan kepada pemakai tetap terjaga. KAI commuter akan menjalani evaluasi secara menyeluruh sampai situasi seperti ini bisa di cegah ke depannya. Karina menjelaskan, semua stasiun mempunyai layanan lost and found. Barang yang di jumpai akan di data serta di simpan oleh petugas.

Jika tidak di ambil dalam waktu tertentu, di stasiun tujuan akhir, barang itu akan di pindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut. Pengambilan barang tertinggal di laksanakan mengikuti tata cara yang berlaku. Tapi, Karina tetap mengajak semua pemakai commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman serta tidak tertinggal.

Runtutan Kejadian Penumpang Kehilangan Tumbler

Baca juga : Berita Viral Tentang Gus Elham

Awalnya seorang penumpang KRL mengadukan satu tas yang tertinggal di KRL. Seusai di amankan petugas, serta penumpang mengambil di keesokan harinya, ternyata tumbler punyanya hilang. Keluhannya ini di bagikan olehnya lewat media sosial. Cerita itu beredar luas sampai memperoleh beragam tanggapan dari warganet. Semakin ramai cerita ini di sebut membawa dampak buruk terhadap petugas yang mengamankan barang tertinggal itu.

Kabarnya petugas itu di berhentikan dari posisinya. Warganet mendesak pihak KAI Commyter untuk mengusut hal itu. Dan memberikan peluang bagi petugas itu untuk bekerja kembali.

Aturan Baru Bawa Power Bank di Kereta Api dari KAI

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia menerapkan aturan untuk penumpang yang membawa power bank selama perjalanan kereta api. Penumpang hanya di perbolehkan membawa power bank dengan kapasitas maksimum 100 Wh. Tujuan dari peraturan ini ialah untuk menjaga perjalanan tetap aman, nyaman, serta tanpa kendala. Selama perjalanan, penumpang masih di perbolehkan memakai power bank untuk mengisi daya perangkat pribadi.

Tapi, ada larangan untuk mengisi ulang daya power bank memakai stop kontak yang ada di kereta. Di samping itu, pelanggan harus memastikan kalau power bank yang di bawa dalam kondisi yang baik serta mempunyai label kapasitas yang jelas. Aturan ini juga searah dengan usaha KAI mengembangkan kesadaran keselamatan di antara penumpang.

Exit mobile version